<- Back to Blog
May 22, 20269 min read8 likes

Become a Software Engineer in 2026 (Indonesia Company)

A journey as a fresh graduate from information systems ITS to become a software engineer.

Software EngineerCareer
Become a Software Engineer in 2026 (Indonesia Company)

Halo semua kenalin gua Jhoni, seorang fresh graduate dari jurusan sistem informasi dari kampus institut di surabaya. This is my first blog, i never been a writer before jadi disclaimer dulu dari awal kalau tulisan gua ini alurnya gak jelas atau banyak hal yang gak nyambung. But still i want to write this blog just to tell you guys about my story dan what i feel sebagai fresh graduate dari jurusan IT di tahun 2026 ini yang mana kita semua tau so much things happens mulai dari AI yang booming banget mulai dari agentic AI dari codex, claude code and gemini antigravity yang udah bisa write programmer code like 80% of it, dan juga company yang udah mulai tech winter ini dengan banyak sekali tech company/startup yang sering banget layoff para engineer mereka dengan berdalih efisiensi dan most of their work replaced by AI.

At very first topic of mine, i will divided it to 2 main parts, which is:
1. My point of view of AI for the general use as a student in IT and coding tools
2. Tips and trick also my journey to land my first job as software engineer


My Point of View AI in general use for IT student and Coding Tools

Sebagai mahasiswa IT or more specific information systems student pasti udah sangat familiar dengan AI ini. AI bener-bener change our workflow, dengan AI kita as IT student sangat dipermudah mulai dari cari bahan untuk belajar, AI udah complete banget dan juga bisa jadi temen diskusi untuk pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan dunia perkuliahan. Gak bisa dipungkiri juga most of our task sekarang malahan we rely on AI to do it, tanpa mengerti the fundamental of it. Udah banyak teman gua yang bukannya malah coba ngerti dulu dari awal malahan langsung lempar ke AI and that's ke mata kuliah yang jadi fundamental sebagai anak IT, yaitu mata kuliah seperti dasar pemrograman (basic programming) dan algoritma & struktur data. As a IT student, we need to buffer it mata kuliah atau pelajaran apa yang bisa kita setengah rely it on AI (not 100% of course) dan mana yang perlu banget kita pelajarin sendiri dari awal, grinding sendiri latihan soalnya dari 0 gak ngerti apa-apa sampe bisa nyelesaiin nya sendiri (even it takes puluhan atau sampe ratusan soal) karena it becomes our basic/fundamental agar kedepannya kita bisa check the quality dari hasil AI kita.

Menurut pandangan gua juga AI ini berkembang rapidly so fastt, likes each one of their model (Open AI, antrophics and also google) selalu kejar-kejaran jadi model yang lebih pinter, lebih efisien, lebih hemat dan segala lebih-lebih lainnya. And we as a IT student punya advantages of it, i'm pretty sure kalau dari kurikulum perkuliahan Indo di bidang IT now pasti banyak yang udah ke arah sana untuk belajar nya. Kita bisa dalemin lebih lanjut tentang bidang ini dari banyak tempat, kayak youtube, courses, even from AI itu sendiri. Orang yang bisa escalated di dunia AI ini adalah orang yang punya domain knowledge yang dalam di bidang itu, domain knowledge yang gua maksud adalah lu harus bener-bener kuat di suatu bidang itu, kalau jadi anak IT berarti harus sering banget ngulik sendiri, belajar dalemin bidang itu (either softeng, devops, cyber security atau yang kayak gua bilang bidang AI engineering nya itu sendiri). So still sticks to fundamental guys jangan sampe kita yang kemakan sama AI itu sendiri (gua juga sih udah mulai kecanduan sama si AI ini HAHHA that's why i wrote this blog).


My Journey also Tips and tricks to become a Software Engineer.

One word yang describe it adalah hard.

Di jaman yang udah full AI ini even i use it too, sangat hard untuk lanjut proses in their job application or even land a job as a software engineer. After my final thesis in january i have been applied to almost 50-60 companies and lanjut ke proses selanjutnya aja udah kinda hard menurut gua (likes only 20-30% of it yang lanjut) mostly yang gua liat prosesnya kalau kalian incer perusahaan yang lebih corporate and gak fokus ke tech nya banget itu lanjut ke proses psikotest and HR interview, and than after that itu baru mulai proses nya agak diversify ada yang ke coding test lewat platform kayak hackarank, ada juga yang langsung lanjut ke user interview and doing live coding stuff. But it's different kalau di tech companies, seperti di company gua sekarang mostly they skip the psikotest part and langsung ke interview HR, after that baru agak sama tuh kebanyakan sih doing live coding or coding at their platform or juga kayak company gua sekarang yang punya take home test yang dikasih waktu kayak 1 - 3 hari untuk nyelesaian. Setelah itu baru user interview, yang bakal banyak nanya soal apa yang bener-bener lu kerjaain di pengalaman lu sebelumnya or bakal bahas project yang jadi task take home mereka. Nah di momen seperti ini lah domain knowledge dan basic fundamental lu bisa ke uji dan kepake banget, sangat jarang chances lu buat pake AI dong pas jawabin pertanyaan mereka ini, yang bakal lanjut adalah orang-orang yang bisa jawab pertanyaan itu good enough as their understanding bukan yang perfect kayak jawaban AI karena mostly company expect lu as freshgraduate buat bisa belajar, adaptif dan mau ngulik lebih ke their own stuff.

Namun, gak bisa dipungkiri koneksi juga ngaruh banget di momen cari kerja ini even myself gua nanya alumni dan temen yang sudah pernah masuk ke company itu, even bukan minta referall (more good kalau lu punya referall, tapi lu punya pressure sendiri di ini) tapi lu bisa nanya hiring process nya gimana dan apa sih yang sebenernya dicari perusahaan buat role lu itu. After you doing all of that stuff baru ke bagian offering dan contract, pastiin lu baca bener-bener apa aja hak dan kewajiban lu as their employee, lu baca lagi gimana wages lu apa aja fasilitas yang lu dapat, gimana career progression lu disana itu pastiin lagi dan biasanya bakal ada sesi lu bisa tanya-tanya di situ.

Nah sekarang kita ke bagian tips and trick menurut gua kita tinggal di indo ini as a tech employee belum sesusah di luar indo itu sendiri, karena even supply tech employee nya banyak jauh lebih mudah buat lu stand out dibanding kan orang-orang lain, likes how a top university student itu bisa stand out dari orang lain karena mereka bisa grinding this things out.

First tips menurut gua adalah buat CV lu yang semenarik mungkin, gimana caranya bikin CV menarik, bikin CV lu ATS friendly and in software engineer roles, i think 1 page is enough. Buat di CV lu show your past education (university level aja ya), experience buat se IT mungkin even lu gak pernah magang atau gimana masukin aja pengalaman lu pas projekan, details it to a matter of what you do using numbers (ex. improved query cache by 50% using redis) things like this yang bakal lebih detail in apa impact lu di role tersebut, bukan hanya apa yang lu kerjaain tapi kasih tau impact lu di situ. Terus masukin project apa aja yang udah lu kerjaain, and what the technical skill you had, bisa juga masukan portofolio kamu di CV itu. Why hanya 1 page di cv? karena dari pengalaman gua dan gua tanya ke temen-temen HR lain mereka hanya punya 6-7 detik untuk quick scan cv lu untuk decided lu lanjut atau gak. Sisanya bakal dikulik pas sesi HR interview.

Now lanjut tips and trick buat HR interview, pastiin lu siapin diri lu sebaik mungkin, dress up seformal mungkin dan pastiin lu rapi, terus siapin juga CV lu di layar buat kalau ditanya gak kagok jawabin nya, jangan kebanyakan word kayak (hmmm, ummm and etc). Riset juga tentang company dan role yang lu daftar biar bisa jawab pertanyaan kayak apa yang lu ketahui tentang company itu, dan pertanyaan kayak kenapa mau daftar role itu. Serta ini more advance tips karena mereka HR biasanya HR itu ada keyword yang pengen mereka denger dari pengalaman lu disesuaikan ke role, bisa kayak tools yang lu pake (like's react, javascript, java, testing dll nya) yang mana itu bisa lu dapetin dari networking nanya alumni disitu atau connection lu di linkedin, bisa juga dengan lu baca baik-baik di loker mereka apa aja requirements mereka and what tools yang mereka use in that company.

Baru tips and trick selanjutnya adalah more teknikal lebih ke lu harus full grinding either (leetcode, dsa and etc) tentang live coding dan leetcode coding style yang mostly pasti ada di kerjaan software engineer itu sendiri, karena mereka bakal liat lu orangnya gak yang depends ke AI aja tapi punya logic think yang baik juga. In my case gua take home test yang emang gua kerjain juga pake AI, tapi gua makesure bener-bener ngerti kode, arsitektur, framework dan little stuff of my own project. Jadi pas user interview itu gua bisa jawab itu semua dengan baik, dan atleast gak yang keliatan bego banget. Gua dah banyak live coding dan ngerjain coding test dan mostly gua gak lanjut (LOL) karena gua sangat lemah di situ, jadi saran gua grinding aja leetcode/neetcode 2-3 soal aja per hari, tapi consistent, tontonin tutorial nya, how they think and their approach to solve it. Other's tips juga agar CV lu gak sepi, lu mulai aja iseng bikin project-project lu sendiri ke bidang yang lu enjoy mungkin lu enjoy di Frontend, atau Backend atau bahkan AI dan fullstack bisa juga, coba kerjaain dari small project ke more bigger one sampe lu iseng aja hosting it in your own VPS or server, beli aja yang paling murah kayak hostinger yang cuman 50rb per bulan (lebih murah dari lu makan di mall). Trust me itu teach you a lot tentang devops, server dan operating systems. More advance skill yang bisa lu pelajarin kayak, system design (microservices, load balancer, distributed systems dll nya) yang more advance tapi guna banget, bisa aja lu ditanyain gituan pas di user interview (gua pernah dah gua gak ngerti apa-apa LOL).

That's it from me, maaf kalau gak jelas dan berantakan, gua juga masih belajar dan bakal terus ngulik dan belajar di bidang ini (writing and coding) semoga tulisan ini bermanfaat, dan feels free kalau ada yang mau didiskusiin dan ditanyain ke email gua. Thank you for your 5-9 mins of reading!! Cheers to a better future.